Sejarah Karton Kemasan Makanan: Perjalanan dari Kertas Sederhana hingga Menjadi Kemasan Modern

Sejarah Karton Kemasan Makanan: Perjalanan dari Kertas Sederhana hingga Menjadi Kemasan Modern

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Kemasan karton makanan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari kotak mi instan, sereal, susu UHT, pizza, kue, hingga makanan siap saji, hampir semuanya menggunakan karton sebagai kemasan utama atau kemasan sekunder. Namun, sedikit orang yang mengetahui bahwa perjalanan karton kemasan makanan memerlukan waktu lebih dari dua abad hingga menjadi seperti sekarang.

Artikel ini membahas sejarah karton kemasan makanan secara lengkap, mulai dari asal mula kertas, lahirnya karton, penemuan karton bergelombang (corrugated cardboard), hingga perkembangan kemasan makanan modern yang ramah lingkungan.


Awal Mula Kertas sebagai Bahan Kemasan

Sebelum karton ditemukan, manusia menggunakan berbagai bahan alami untuk membungkus makanan, seperti:

  • Daun pisang
  • Daun bambu
  • Kulit kayu
  • Anyaman bambu
  • Kain
  • Kantong kulit hewan
  • Gerabah dan keranjang rotan

Setelah teknologi pembuatan kertas berkembang dari Tiongkok sekitar abad ke-2 Masehi, kertas mulai digunakan sebagai pembungkus makanan ringan, teh, rempah-rempah, dan obat-obatan. Namun, kertas biasa mudah sobek dan tidak cukup kuat untuk melindungi makanan selama pengangkutan.


Lahirnya Paperboard (Karton)

Pada awal abad ke-19, industri mulai mencari bahan kemasan yang lebih kuat daripada kertas biasa.

Sekitar tahun 1817, di Inggris diproduksi paperboard atau karton tebal pertama untuk keperluan komersial. Paperboard dibuat dengan menyusun beberapa lapisan serat kertas sehingga lebih kaku, kuat, dan mudah dibentuk menjadi kotak.

Awalnya karton digunakan untuk mengemas:

  • Topi
  • Obat-obatan
  • Produk tekstil
  • Barang dagangan

Tidak lama kemudian, industri makanan mulai memanfaatkannya sebagai kemasan luar.


Revolusi Karton Bergelombang (Corrugated Cardboard)

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Tonggak penting dalam sejarah karton terjadi pada pertengahan abad ke-19.

Tahun 1856

Edward Charles Healey dan Edward Ellis Allen di Inggris mematenkan kertas bergelombang (corrugated paper). Awalnya bukan untuk kotak, melainkan sebagai pelapis topi tinggi (top hat) agar lebih kokoh.

Tahun 1871

Albert Jones dari Amerika Serikat mengembangkan penggunaan karton bergelombang sebagai pelindung botol kaca selama pengiriman.

Tahun 1874

Oliver Long menyempurnakan desain dengan menambahkan lapisan kertas datar pada kedua sisi gelombang, menghasilkan struktur corrugated cardboard yang masih digunakan hingga saat ini.

Struktur ini memberikan kekuatan tinggi dengan berat yang relatif ringan, sehingga sangat ideal untuk industri pengemasan.


Masuk ke Industri Makanan

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, produsen makanan mulai meninggalkan peti kayu untuk produk-produk tertentu dan beralih menggunakan karton.

Produk yang pertama kali banyak menggunakan karton antara lain:

  • Sereal
  • Biskuit
  • Teh
  • Gula
  • Tepung
  • Pasta
  • Permen

Karton menjadi pilihan karena:

  • Lebih ringan
  • Mudah dicetak dengan merek dan informasi produk
  • Lebih murah diproduksi
  • Mudah disimpan dan ditumpuk
  • Memudahkan distribusi

Kemasan Sereal Mengubah Dunia Pemasaran

Salah satu perkembangan paling penting terjadi pada awal 1900-an ketika produsen sereal mulai mencetak logo, gambar, dan informasi gizi langsung pada kotak karton.

Sejak saat itu, kemasan tidak lagi hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media promosi dan identitas merek.

Inilah awal berkembangnya desain kemasan modern (packaging design).


Perkembangan Karton untuk Makanan Cair

Karton biasa memiliki kelemahan, yaitu mudah menyerap air.

Untuk mengatasi masalah tersebut, industri mengembangkan karton berlapis:

  • Lilin (wax coating)
  • Plastik polyethylene (PE)
  • Aluminium foil
  • Lapisan food grade lainnya

Teknologi ini memungkinkan karton digunakan untuk mengemas:

  • Susu
  • Jus
  • Santan
  • Minuman teh
  • Krim
  • Sup cair

Kemasan aseptik modern mampu menjaga kualitas produk selama berbulan-bulan tanpa pendinginan jika proses sterilisasi dilakukan dengan benar.


Perkembangan Karton di Indonesia

Kemasan karton mulai dikenal di Indonesia pada masa kolonial melalui produk impor seperti:

  • Biskuit
  • Susu bubuk
  • Teh
  • Obat-obatan
  • Cokelat

Setelah berkembangnya industri makanan nasional, penggunaan karton meningkat pesat, terutama untuk:

  • Mi instan
  • Kue
  • Roti
  • Makanan beku
  • Minuman UHT
  • Pizza
  • Ayam goreng
  • Snack
  • Oleh-oleh

Kini hampir seluruh industri makanan menggunakan karton sebagai kemasan primer maupun sekunder.


Jenis Karton untuk Kemasan Makanan

Beberapa jenis karton yang umum digunakan adalah:

1. Duplex

Memiliki satu sisi putih dan satu sisi abu-abu. Banyak digunakan untuk kemasan makanan kering.

2. Ivory

Berwarna putih pada kedua sisi dengan kualitas cetak yang baik. Umum digunakan untuk kemasan premium.

3. Kraft

Terbuat dari serat alami dengan warna cokelat. Populer untuk konsep ramah lingkungan.

4. Corrugated Box

Karton bergelombang dengan kekuatan tinggi, cocok sebagai kemasan pengiriman.

5. Folding Box Board (FBB)

Ringan namun kuat, sering digunakan untuk produk makanan premium dan makanan beku.


Mengapa Karton Menjadi Pilihan Industri Makanan?

Karton memiliki berbagai keunggulan, di antaranya:

  • Ringan sehingga mengurangi biaya logistik.
  • Mudah dicetak dengan desain dan informasi produk.
  • Dapat didaur ulang.
  • Aman untuk kontak dengan makanan jika menggunakan material food grade.
  • Mudah dibentuk menjadi berbagai ukuran dan model.
  • Melindungi produk dari benturan ringan dan paparan cahaya.

Tantangan Kemasan Karton

Meski memiliki banyak kelebihan, karton juga memiliki beberapa keterbatasan:

  • Tidak tahan terhadap kelembapan tinggi tanpa lapisan pelindung.
  • Daya tahan terhadap minyak dan lemak perlu ditingkatkan dengan coating khusus.
  • Memerlukan desain struktur yang tepat untuk produk berat.
  • Proses daur ulang menjadi lebih kompleks jika terdiri dari banyak lapisan material.

Masa Depan Karton Kemasan Makanan

Saat ini industri kemasan terus mengembangkan inovasi, seperti:

  • Karton berbahan serat daur ulang berkualitas tinggi.
  • Lapisan berbasis tumbuhan yang lebih mudah terurai.
  • Tinta cetak ramah lingkungan.
  • Kemasan dengan kode QR untuk informasi produk dan pelacakan.
  • Desain yang mengurangi penggunaan bahan baku tanpa mengorbankan kekuatan.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, karton diperkirakan akan tetap menjadi salah satu material kemasan makanan yang paling banyak digunakan di dunia.


Kesimpulan

Sejarah karton kemasan makanan dimulai dari perkembangan teknologi kertas dan paperboard pada awal abad ke-19, kemudian mengalami lompatan besar melalui penemuan karton bergelombang. Dari sekadar pelindung produk, karton berkembang menjadi media promosi, identitas merek, dan solusi pengemasan yang efisien. Dengan inovasi material dan proses produksi yang terus berkembang, karton tetap menjadi pilihan utama industri makanan karena kuat, ringan, ekonomis, mudah dicetak, dan semakin ramah lingkungan.


Solusi Mesin Pengemasan untuk Kemasan Karton

Papadedeshop menyediakan berbagai mesin pengemasan untuk mendukung proses produksi makanan, seperti carton sealer, case erector, labeling machine, shrink packaging, hingga peralatan pendukung industri makanan dan minuman.

Papadedeshop
📞 0813-8446-1244
📧 cs@papadedeshop.com
🌐 Order Here

 

Share