Proses Pembuatan Tempe: Tradisional dan Modern, Sejarah, serta Peralatan yang Digunakan

Proses Pembuatan Tempe: Tradisional dan Modern, Sejarah, serta Peralatan yang Digunakan

3. 2. Tempe merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kedelai yang menjadi salah satu identitas kuliner Nusantara. Selain kaya protein, tempe juga dikenal sebagai pangan sehat, murah, dan ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga telah dikenal luas di berbagai negara sebagai superfood berbasis nabati.

Artikel ini membahas sejarah tempe, proses pembuatan secara tradisional dan modern, serta peralatan yang digunakan dalam produksi skala rumah tangga hingga industri.


Sejarah Tempe: Warisan Kuliner Nusantara

Berbeda dengan tahu yang berasal dari China, tempe diyakini berasal dari Pulau Jawa dan telah dikonsumsi sejak ratusan tahun lalu. Catatan sejarah menunjukkan bahwa tempe sudah dikenal sejak abad ke-16 di lingkungan masyarakat Jawa.

Awalnya, tempe diproduksi sebagai sumber protein alternatif yang terjangkau. Seiring waktu, teknik fermentasi tempe berkembang dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner tradisional.

Kini tempe tidak hanya dikonsumsi di Indonesia, tetapi juga populer di Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat sebagai makanan sehat berbasis nabati.


Kandungan Gizi dan Manfaat Tempe

Tempe dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati terbaik karena proses fermentasi meningkatkan nilai gizinya.

Kandungan Nutrisi Tempe

✔ Protein tinggi
✔ Serat pangan
✔ Vitamin B kompleks
✔ Zat besi
✔ Kalsium
✔ Antioksidan alami
✔ Probiotik hasil fermentasi

Manfaat Kesehatan

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan

  • Menurunkan kolesterol

  • Mendukung kesehatan jantung

  • Memperkuat sistem imun

  • Baik untuk diet dan pembentukan otot

  • Mudah dicerna tubuh

Fermentasi oleh jamur membuat nutrisi tempe lebih mudah diserap dibanding kedelai biasa.


Bahan Utama Pembuatan Tempe

Bahan pembuatan tempe sederhana dan mudah diperoleh:

  • Kedelai

  • Ragi tempe (starter fermentasi)

  • Air bersih

  • Daun pisang atau plastik berlubang untuk pembungkus

Ragi tempe mengandung jamur Rhizopus yang berperan dalam proses fermentasi.


Mikroorganisme dalam Fermentasi Tempe

Fermentasi tempe melibatkan jamur:

  • Rhizopus oligosporus

  • Rhizopus oryzae

Jamur ini membentuk miselium putih yang merekatkan kedelai menjadi blok padat.


Proses Pembuatan Tempe Secara Tradisional

Metode tradisional masih banyak digunakan oleh pengrajin tempe karena menghasilkan aroma dan tekstur khas.

1. Pemilihan dan Pencucian Kedelai

Kedelai berkualitas tinggi menghasilkan tempe padat dan putih bersih.

Ciri kedelai baik:

  • biji utuh

  • tidak berjamur

  • warna cerah

  • tidak berbau apek


2. Perebusan Awal

Kedelai direbus selama ±30 menit untuk melunakkan biji dan mempermudah pengupasan kulit.


3. Pengupasan Kulit Kedelai

Kulit ari dilepas dengan cara diremas atau diinjak, lalu dibilas hingga kulit terpisah.

Tujuan:
✔ mempercepat fermentasi
✔ meningkatkan tekstur tempe
✔ mengurangi rasa pahit


4. Perendaman

Kedelai direndam selama 12–24 jam.

Selama proses ini terjadi fermentasi alami ringan yang menurunkan pH dan membantu pertumbuhan jamur tempe.


5. Perebusan Kedua

Kedelai direbus kembali hingga matang sempurna.

Setelah itu ditiriskan dan didinginkan hingga suhu hangat.


6. Penirisan dan Pengeringan

Kedelai harus kering permukaannya agar ragi dapat tumbuh optimal.

Kadar air berlebih dapat menyebabkan tempe berlendir atau gagal fermentasi.


7. Pencampuran Ragi Tempe

Ragi ditaburkan secara merata ke kedelai.

Takaran umum:
± 2 gram ragi per kilogram kedelai


8. Pembungkusan

Kedelai dibungkus menggunakan:

  • daun pisang (tradisional)

  • daun jati

  • plastik berlubang

Lubang udara penting untuk pertumbuhan jamur.


9. Fermentasi

Tempe difermentasi selama 24–48 jam pada suhu hangat.

Jamur akan membentuk lapisan putih yang menyatukan kedelai menjadi blok tempe padat.


Proses Produksi Tempe Secara Modern

Produksi modern bertujuan meningkatkan higienitas, kapasitas, dan konsistensi kualitas.

Tahapan Produksi Modern

1. Mesin Pencuci dan Sortasi Kedelai

Membersihkan kedelai secara higienis dan efisien.

2. Mesin Perebus Otomatis

Menggunakan sistem pemanas uap untuk efisiensi energi.

3. Mesin Pengupas Kulit Kedelai

Memisahkan kulit ari dengan cepat dan konsisten.

4. Mesin Pengering dan Pendingin

Mengontrol kadar air sebelum inokulasi ragi.

5. Mesin Pencampur Ragi

Mendistribusikan starter fermentasi secara merata.

6. Mesin Pengisi dan Pembungkus Tempe

Mengemas kedelai ke dalam plastik berlubang atau kemasan khusus.

7. Ruang Inkubasi Terkontrol

Mengontrol suhu dan kelembaban untuk fermentasi optimal.

8. Mesin Pemotong dan Pengemasan

Memotong tempe dan mengemas produk siap distribusi.


Peralatan yang Digunakan dalam Produksi Tempe

1. Peralatan Tradisional

  • Drum atau panci perebus

  • Tampah penirisan

  • Alat pengupas manual

  • Meja pencampuran ragi

  • Daun pisang pembungkus

  • Rak fermentasi

2. Peralatan Semi Modern (UMKM)

  • Mesin pengupas kedelai

  • Tangki perebus stainless

  • Spinner peniris air

  • Meja stainless

  • Sealer plastik

  • Rak fermentasi higienis

3. Peralatan Modern Industri

  • Boiler uap

  • Mesin dehuller kedelai

  • Conveyor processing line

  • Ruang fermentasi otomatis

  • Mesin pemotong tempe

  • Mesin vacuum packaging

  • Sistem pendingin


Perbedaan Produksi Tradisional dan Modern

Aspek Tradisional Modern
Skala produksi kecil besar
Higienitas standar rumah tangga standar industri
Konsistensi bervariasi seragam
Efisiensi rendah tinggi
Kontrol fermentasi alami terkontrol
Investasi rendah tinggi

Faktor Penentu Keberhasilan Fermentasi Tempe

✔ kebersihan bahan dan alat
✔ kadar air kedelai tepat
✔ suhu fermentasi stabil (30–35°C)
✔ distribusi ragi merata
✔ sirkulasi udara baik


Ciri Tempe Berkualitas Baik

✔ warna putih bersih
✔ tekstur padat dan kompak
✔ aroma segar khas tempe
✔ tidak berlendir
✔ tidak berwarna hitam


Penyebab Tempe Gagal dan Solusinya

  1. Tempe berlendir
    → kedelai terlalu basah atau fermentasi terlalu panas
  2. .Tempe tidak padat
    → ragi kurang atau tidak merata
  3. Tempe berbau asam
    → fermentasi terlalu lama
  4. Tempe berwarna gelap
    → kedelai rusak atau kontaminasi mikroba

Peluang Usaha Produksi Tempe

Permintaan tempe terus meningkat karena tren makanan sehat dan protein nabati.

Peluang Pasar

  • pasar tradisional

  • warung makan & restoran

  • katering

  • supermarket

  • industri frozen food

  • ekspor produk tempe

Keunggulan Usaha Tempe

✔ bahan baku murah
✔ pasar luas dan stabil
✔ proses produksi cepat
✔ keuntungan berulang harian


Inovasi Produk Olahan Tempe

Untuk meningkatkan nilai jual:

✅ tempe crispy siap goreng
✅ tempe frozen
✅ burger tempe
✅ tempe organik premium
✅ tempe chips
✅ tempe bacem siap saji


Kesimpulan

Tempe adalah warisan kuliner Nusantara yang memiliki nilai gizi tinggi dan manfaat kesehatan luar biasa. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi alami yang menjadikan tempe unik dibandingkan produk kedelai lainnya.

Baik diproduksi secara tradisional maupun modern, kualitas tempe sangat dipengaruhi oleh kebersihan proses, teknik fermentasi, dan penggunaan peralatan yang tepat.

Dengan permintaan pasar yang stabil dan tren makanan sehat yang terus berkembang, produksi tempe menjadi peluang usaha yang menjanjikan.


CTA: Tingkatkan Produksi Tempe Anda Bersama Papadedeshop

Papadedeshop menyediakan berbagai mesin dan peralatan produksi tempe untuk kebutuhan UMKM hingga industri:

✅ Mesin pengupas kedelai
✅ Mesin perebus stainless
✅ Mesin spinner peniris air
✅ Mesin sealer kemasan
✅ Mesin vacuum packaging
✅ Mesin pengemas otomatis

Konsultasi & pemesanan:
📞 WhatsApp: 6281382454553
🌐 Website: LINK

Optimalkan kualitas dan kapasitas produksi tempe Anda bersama Papadedeshop!

Share