Hari Ini:

Selasa 26 Sep 2017

Jam Buka Toko:

09.00 s/d 17.00

Telpon:

021-2200-8882

SMS/Whatsapp:

0813-8245-4553

Line ID:

CS Papadedeshop

BB Messenger:

2641319A

Email:

cs@papadedeshop.com

Contact Person

 Kontak dan konfirmasi via Sms
OFFICE
021-2200-8882
WhatsApp
0813 8245 4553
0878 7655 5253
Customer Service
0813 8245 4553
0878 7655 5253
JAM KERJA Senin-Jumat : 8:30-17:00WIB Sabtu : 8:30 - 12:00WIB Minggu Libur
Order Bisa di Lakukan di Luar Jam Kerja Dan Akan Kami Proses Pada Jam Kerja
papadedeshop mesin pengolahan makanan

Pembayaran Melalui

Pemahaman Branding Oleh Subiakto Priosoedarsono RUMAH UKM

24 June 2016 - Kategori Blog

11202564_10153147908554022_4952429388149045578_n12801193_10153600246034022_5374800862507605002_n
13442130_10153836727529022_6280469400098973665_n pak bi diagram pak bi market share

Berikut adalah kumpulan status atau postingan Pakar Branding/ Praktisi Branding  Bapak  Subiakto Priosoedarsono.

Subiakto Priosoedarsono (lahir di Probolinggo, Jawa Timur, 24 Agustus 1949; umur 66 tahun) adalah pembuat slogan ahli dan Direktur Kreatif dari Hotlinetama Sarana, sebuah perusahaan iklan dan slogan untuk merk di Indonesia. Karya karyanya terkenal termasuk slogan untuk perusahaan furnitur LIGNA pada tahun 1990an “Kalau sudah duduk, lupa berdiri,”; Kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada tahun 2004 “Bersama Kita Bisa,” ; dan kampanye Gubernur DKI Fauzi Bowo terpilih pada tahun 2007 untuk “Coblos Kumisnya” dan “Serahkan Pada Ahlinya”.

—————————————————————

SELLING itu fokus ke CLOSSING
MARKETING itu fokus ke DEMAND
BRANDING itu fokus ke LOYALITAS.

—————————————————————

MASIH TENTANG BRAND
Dalam teori Maslow ttg jenjang kebutuhan manusia dibagi dalam 5
tahap:
1. Kebutuhan fisik
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan diterima dalam sebuah komunitas
4. Kebutuhan tampil sebagai hero dalam komunitas tsb (esteem)
5. Kebutuhan akan Jati diri.
Dari kelima tingkat kebutuhan tsb hanya kebutuhan no1 yakni
kebutuhan fisik yg dipenuhi oleh PRODUK.
Sisanya dipenuhi oleh BRAND. Atau dgn kata lain anda bisa
membangun BRAND lewat no2 sd no5. Mulai dari rasa aman sampai
Jatidiri.
Nah. Di ke 4 jenjang tsb ada gengsi dan lifestyle.

—————————————————————

Branding itu bukan memperbanyak pembeli. Tetapi mengubah pembeli
manjadi pelanggan setia. Satu orang membeli berkali2.
Selling itu memperbanyak pembeli. Fokus pada banyak orang yang
beli walaupun hanya membeli 1x saja
Marketing itu memperbesar pangsa pasar. Gak perduli satu orang
membeli berkali2 atau banyak orang membeli sekali.
Tapi ingat : You can fool all people one time. You can fool one
people all time. But you CAN NOT fool all people all time

“Branding membedakan diri kt dr pesaing. Marketing membuat calon
konsumen melihat perbedaan itu”.
Life after google membuat marketing rontok.
Mengapa?
In the Life before google persona Target Market menitik beratkan
pada segmentasi geografis dan demografis. In the Life after
google target market menitik beratkan pada psychograph dan
behavioris
In the Life before google, marketing goal is to create demand
through brand awareness.
In the Life after google consumers know-it-all. Mereka googling
sebelum beli. Mereka bandingkan produk sebelum beli.
Hanya satu yg membutakannya. LOYALTY-TO-BRAND.
‪#‎BrandInAction‬

12196333_10153360954444022_280704695619571943_n

—————————————————————

Personal branding saya dimulai dgn menentukan new product
category untuk brand positioning yg kuat. –>
Market category : kumis.
Added value : jenggot.
New category : berkumis & berjenggot.
Value added : kuncir. <– Strong barrier-to-entry.
New category : berkumis, berjenggot, berkuncir.
Strong Brand Positioning
Strong Brand identity
Sekian

—————————————————————

Disaat buying power turun buatlah produk kita sbg substitusi
produk saingan. Kalau perlu buat substitusi produk kita sendiri
sbg fighting brand
Ingat. Karena produk premium kita lebih mahal maka sudah bisa
diprediksi volumenya gak banyak. Buatlah produk substitusi yang
lebih murah otomatis volumenya besar meski marginnya lebih
sedikit.
Produk premium untuk ngejagain profit sementara produk
substitusi untuk ngejagain cashflow
Sudahkah anda pikirkan?

—————————————————————

“Branding yang sukses perlu Stopping Power, Striking Power dan
Sticking Power”
Menghentikan. Mengesankan. Nempel dikepala

—————————————————————

Membangun Brand = Membangun Makna dengan membangun Trust melalui
perbuatan memberi Manfaat kpd masyarakat luas

—————————————————————

Kalau anda punya passion utk menciptakan brand dlm bisnis anda,
dan BRAND sudah terbentuk, alias sudah ada TRUST dari pelanggan
dengan mudah anda mendikte pasar. Anda dengan mudah menciptakan
peluang2 baru di pasar. Jadi bisnis anda tidak DIDIKTE pasar.
Lihat saja bagaimana BRAND2 besar menciptakan SUB BRAND ataupun
FIGHTING BRAND buat merobek pasar.
‪#‎BrandInAction‬ #BrandInAction

—————————————————————

Ada yg bilang country branding penting. Ada yg bilang personal
brand penting. Ada yg bilang brand penting buat jualan.
Bagi anda yg beranggapan penting katakan penting. Bagi anda yg
menganggap brand gak penting katakan tidak. Yg manakah anda?
‪#‎BrandInAction‬

—————————————————————

Branding butuh logo. Tapi logo bukan brand.
Spt polisi butuh pakaian dinas, tapi pakaian dinas bukan polisi
‪#‎Branding‬

—————————————————————

Produk = phisik barangnya.
Merek = nama yg melekat pd produk.
Brand? Brand = hubungan emosi yg terbangun krn pengalaman
pertama dgn produk yg berkesan sehingga melekat dlm ingatan
konsumen – persepsi
Branding? Branding = proses membangun hubungan emosi melalui
pengalaman pertama dgn produk yg berkesan. untuk itu diperlukan
sensasi agar melekat dlm ingatan konsumen – persepsi
Singkatnya kalau konsumen membeli krn produk maka dia ‘dapat
apa’. Kalau membeli krn BRAND maka dia merasa ‘jadi siapa’
Apa sih kendala UKM ketika harus membangun brand?
Kendala UKM membangun brand adlh menciptakan kesan pertama lewat
produk yg unik atau pelayanan yg unik. Krn unik bukan sekedar
beda. Tapi satu2nya

—————————————————————

Buat anda pelaku UKM Mikro yg asetnya dibawah 50jt dan omzetnya
dibawah 300jt setahun saya sarankan utk membangun Personal Brand
anda.
Kalau nama anda sdh dikenal gak masalah gonta-ganti produk.
Personal Brand anda menjadi personal guarantee atas kualitas
produk apapun yg anda buat.
Bisa lumpia, bakpia, pisgor, bakso bahkan gudeg sekalipun.
Selamat membangun personal brand

—————————————————————

Masih adakah yang berpikir bahwa BRAND adalah bagian dari
marketing? Atau bahkan BRAND sama dengan marketing?
Dimata seorang CEO, BRAND adalah INTANGIBLE ASET atau aset yang
tak nampak dari perusahaan yang dipimpinnya. Sisanya, baik
produk, pabrik, bahan baku, proses industri, karyawan, waste,
gedung, bangunan, mobil operational semuanya adalah TANGIBLE
ASET atau aset yang kasat mata, bisa diraba bisa dipegang.
Gilanya dalam banyak BRAND kelas dunia yang valuenya bisa lebih
besar daripada tangible asetnya. Sebut saja Cocacola, Apple,
Google, Microsoft, Facebook dll dll.
Sudah saatnya para CEO lebih memperhatikan pertumbuhan VALUE
dari BRANDnya ketimbang value dari produknya. Kalau perlu angkat
satu orang CBO – Chief of BRAND Officer. Karena kelak kemudian
hari yang menjadi kekayaan perusahaan adalah BRAND – yang tidak
kelihatan ‪#‎Branding‬

—————————————————————

“If you do not brand your self somebody else will brand you”
Saya ngalamin sendiri. Sejak awal tahun lalu saya membranding
diri saya sebagai PRAKTISI BRANDING. Praktisi yg sudah
melahirkan ratusan brand campaign di Indonesia.
Ternyata saya kalah dengan netizen yg membranding saya dgn
sebutan PAKAR BRANDING. Buktinya kalau saya googling PAKAR
BRANDING halaman 1 google dipenuhi nama saya.
Duh. Kacau. Karena PAKAR BRANDING gak harus menghasilkan brand.
‪#‎BrandInAction‬

—————————————————————

Di ebook 5-Step-Formula Copywriting saya menjelaskan 5 langkah
menulis copy :
1. Create need of having the NEW product or create the NEW need
of having the old product
2. Propose your BRAND gently
3. Big promise on physical benefit and emotional benefit of
having the product
4. Give the audience PROOF of having the product
5. Close with a very strong Call-To-Action
5-Step-Formula ini sudah saya pakai sejak tahun 1969 sampai
sekarang dan masih ‘sakti’.
Membuat headline yg memasukkan unsur Need itu mudah.
Atau memasukkan Brand itu mudah.
Atau memasukkan Big Promise itu mudah.
Atau memasukkan Proof itu mudah.
Atau memasukkan Call-To-Action itu mudah.
Anda bisa melatihnya dgn 144 huruf lewat twitter.
Sementara David Ogilvy bilang “The Most Effective Headline
consist of 16 words”
Yg sulit itu sebuah headline yg mengandung ke 5 unsur tersebut.
Mau coba?
‪#‎BrandInAction‬

—————————————————————

Pembeli itu membeli produk 1x membuat KENALAN dgn merek.
Pelanggan itu membeli produk berkali-kali dan BERTEMAN dengan
merek.
Pelanggan yang jatuh cita sama produk/merek maka disebut
BRANDING. Istilah Amelia SOULMATE.
Pelanggan yang menjadikan produk/merek sebagai IDENTITAS diri
itu namanya BRANDCULT alias pengkultusan.
‪#‎Brand‬ ‪#‎BrandInAction‬ ‪#‎PakarBrand‬

—————————————————————

Menurut saya bisnis tidak diawali dgn kemampuan membuat produk.
Tapi kesempatan pemasaran.
Rata2 teman2 mulai bisnis dgn membuat produk yg dia mampu buat.
Tentang pemasaran GITAR alias gimana ntar. Buntut2nya bungung
cara memasarkannya
Yg seharusnya dilakukan adalah melakukan segmentasi – geography,
demography, psyccography dan behavioris. Lalu membuat targeting
dgn memerasnya menjadi 3 yakni physical, character dan style yg
menjadi cikal bakal brand personality dan brand positioning.
Nah dari situ dibuatlah design produk yg sesuai dgn need dr
target. Sebisa mungkin merupakan inovasi produk yg disruptive.
Yg menggilas pesaing. Kalau ndak bisa ya yg memiliki competitive
advantage yg menjadi ritual kehidupan sehari2.
Kalau ndak bisa bikin produk yg bisa menjadi ritual sekurang2nya
menjadi habit pelanggan. Misalnya mengupdate status
Selamat mencoba

—————————————————————

Kalau anda punya passion utk menciptakan brand dlm bisnis anda,
dan BRAND sudah terbentuk, alias sudah ada TRUST dari pelanggan
dengan mudah anda mendikte pasar. Anda dengan mudah menciptakan
peluang2 baru di pasar. Jadi bisnis anda tidak DIDIKTE pasar.
Lihat saja bagaimana BRAND2 besar menciptakan SUB BRAND ataupun
FIGHTING BRAND buat merobek pasar.
‪#‎BrandInAction‬ #BrandInAction

—————————————————————

Sengaja saya tampilkan tabel diatas untuk mempertajam apa yang
bisa dilakukan oleh BRAND anda apabila sudah memiliki
kredibilitas atau loyalitas.
Tujuan dari Marketing adalah penguasaan sekian % Market Share.
Market Share terbentuk dari pencapaian Sales yakni berapa Unit
yang terjual. Pencapaian Sales bisa membuat Market Share
membesar atau sebaliknya. Fungsi BRAND adalah membuat Market
Share maupun Unit terjual berlangsung lebih lama karena BRAND
bisa mengubah PEMBELI menjadi PELANGGAN.
Tidak hanya itu, kelak BRAND akan menjadi Intangible Asset yang
nilainya bisa berlipat2 dari Tangible Asset atau Aset fisik dari
perusahaan Anda. Karena itu BRAND bakal melipat gandakan nilai
dari usaha Anda.

—————————————————————

Lanjutan diskusi semalam …
Sebagai praktisi branding jadul yg antusias dgn kehadiran
internet yg sudah men-disrupt kehidupan sehari2 maupun dinanika
bisnis akhirnya saya menemukan formula DIGITAL BRANDING yakni
membangun Value Brand lewat jaringan internet.
Saya kira dengan sedikit spinn-off kita bisa menemukan formula
DIGITAL MARKETING. Sayasudah menemukan logikanya

—————————————————————

Brand Strategy di era digital ada 8 langkah. Segmentasi,
Personification, Positioning, Awareness, Aquisition,
Association, Monetizing, Retention.
Koncinya ada di Segmentasi. Salah melakukan segmentasi 7 langkah
selanjutnya mubazir alias bakar duit.
‪#‎AllAboutBranding‬

—————————————————————

Dalam komunikasi, ada bahasa lain selain kata2 yg terucap. Yakni
GESTURE. Gesture adalah tingkah laku yg mencerminkan passion,
gairah, rindu, benci, marah, swdih, stress, semangat yang muncul
tanpa disadari.
Gesture memang memperkuat komunikasi. Tapi justru menghambat
ketika muncul disaat yang kurang tepat bahkan kata2 pun tidak
lagi bekerja
Bila gesture sedang berkuasa semua kata tak berdaya “Kalau Cinta
sudah melekat, tai kucing rasa coklat” – kata alm Gombloh
Meski produknya tidak mendeliver functional benefit, tidak akan
Anda berpindah ke lain hati ketika gesture sdh begitu kuat
Brand punya gesture? Mosok sih? Brand gak cuma punya gesture,
brand juga punya physical, character dan style. Istilah kerennya
PERSONALITY
Maaf. Ini bahasa dewa. Kalau newbie gak paham, saya paham 🙂
‪#‎Branding‬ ‪#‎RumahUKM‬

—————————————————————

Segmenting-Targeting-Positioning
Market segmentation atau segmentasi pasar itu ibarat menentukan
bagian ‘kolam’ yg mau kita lempar pancing.
Targeting ibarat memilih ‘ikan’ yg mau kita pancing.
Positioning ibarat menentukan ‘umpan’ yg pas buat ikan yg kita
mau.
Mudah kan?

—————————————————————

Orchestra adalah sebuah band besar dgn puluhan musisi dgn
alatnya masing2
Bayangkan kalau masing2 membunyikan alatnya bersamaan sesuai
nada dan lagu yg mrk mau. Bisa pekak telinga mendengarnya.
Kalau ingin menampilkan musik yg indah musisi2 itu harus dipandu
oleh seorang derijen dan sebuah partitur yakni rencana tertulis
yg mengatur apa dan kapan alat musiknya
Bisnis ibarat Orchestra. Seperti halnya Orchestra membutuhkan
partitur yg tertulis, bisnis juga membutuhkan partitur tertulis
yg kita sebut Business Plan.
Satu yg sering terlupakan adalah Brand Plan. Partitur tertulis
yg dimaksudkan utk membangun brand. Dan tentu seorang derijen.
No Brand No Business. Bisnis butuh pelanggan yg membeli ulang.
Brand menciptakan pelanggan
Selamat bekerja

—————————————————————

1. Jam tangan aja bisa lho untuk melakukan Personal Branding
2. Kalau ingin dilihat sebagai bisnisman sukses pakai aja ROLEX
krn Brand Positioning ROLEX itu “Crown for Every Achievement”
3. Kalau ingin dilihat sbg orang yg Gadget Freak pakai aja jam
Samsung Gear2 krn Gear2 itu parringnya Samsung Galaxy
‪#‎PersonalBrand‬

—————————————————————

Ada 7 jenis Brand.
1. Product Branding : ikatan emosi antara produk/servis anda dgn konsumen, titik kritisnya terletak pada penciptakan NILAI.
2. Personal Brand : seseorang memasarkan diri dan kariernya sbg Brand. Kalau dulu menampilkan kompetensi diri, kini memakai self-packaging untuk menutupi kekurangannya
3. Citizen Brand : Brand yg berkelakuan baik. Kualitas yg baik, supply change yang aman, memperlakukan karyawan dgn fair, fokus pada kehidupan konsumen yg lebih baik dan utamanya kehidupan komunitas yg lebih baik
4. Komunal Brand : dimiliki dan digunakan oleh komunitas, mencerminkan jati diri, menggambarkan eksklusivitas asalnya, lokal tapi otentik. Satu2nyavkarena tidak twrdapat di komunitas desa/kota lainnya
5. Event Branding bukan cuma menempel logo pada dekor. Tapi menciptakan pengalaman yg unik bagi calon konsumen yg hadir, membuat mereka terlibat dan ingat. Tau belum tentu engage.
6. Place Branding : proses membangun sebuah mercu suar (landmark). Tidak harus berupa lokasi, bisa juga produk atau servis
7. City Branding : mengubah sebuah kota dari sebuah lokasi menjadi destinasi, dimana pendatang ingin tinggal, bekerja atau hanya berkunjung
CITY BRANDING itu bukan bikin LOGO dan SLOGAN … karena Brand itu bukan LOGO. Dan Brand itu bukan SLOGAN …

—————————————————————

Berikut saya lampirkan diagram untuk memetakan kemampuan kita menanggapi ancaman dan kesempatan yang ditawarkan Macro Environment. Diagram ini saya peroleh dari alm guru saya bpk Achmad Adnan Putra pada tahun 1978 dan masih up -to-date hingga saat ini.
1. Bentuk segi-4 berisi unsur2 Macro Environment yang bersifat UNCONTROLABLE VARIABLE yang artinya diluar kemampuan kita mengontrolnya. Keempat sudut itu adalah Teknologi, Ekonomi, Public Policy dan Culture.
1. Teknologi : Kita analisa perkembangan teknologi akhir2 ini yang terkait dengan bisnis kita. Misalnya INTERNET dan payment gateway untuk OnlineDcc Pro Shop
2. Ekonomi : Perubahan kurs dolar terhadap rupiah, Perkembangan AFTA, MEA 2015 dll dan akibat dari persaingan bebas tsb
3. Poblic Policy : Kebijakan publik yang menyangkut kebijakan pemerintah lewat peraturan dan perundangan serta badan yang mewakili publik yang memberi pengaruh besar misalnya MUI, NU atau Muhamadiyah dll. AFTA, MEA 2015 masuk dalam kategori kebijakan pemerintah yang sifatnya GIVEN bagi dunia usaha.
4. Culture : Apakah sudah terjadi perubahan tata-nilai dalam kultur budaya dan kehidupan sehari2 masayarakat Indonesia misalnya terkait hadirnya sosmed seperti Facebook, Twitter, Instagram atau Game online yang mengubah habit masyarakat.
Bentuk lingkaran paling besar berisi unsur2 ancaman dan kesempatan yang ditawarkan oleh segi-4 Macro Environment diatas. Disini kita tidak perlu menanggapi pesimis ancaman yang terjadi karena MEA karena 1:
1. Dalam bahasa Cina keadaan ini disebut Wei-Ji. Singkatan dari Weijiang yang artinya ancaman, dan Jihuy yang artinya kesempatan. Kultur Cina mengisyaratkan bahwa kalau diteliti secara mendalam maka setiap ancaman menawarkan kesempatan.
2. Bagi umat Islam, potongan ayat surah Alam Nasyrah ayat 5-6 : “Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra” yang artinya menurut Al Qur’an terjemahan Depag RI: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Lingkar Kekuatan dan kelemahan untuk mengukur faktor Internal yg sifatnya Controlable Variable. Self assesment meliputi bidang Planning, Organizing, Actuating dan control
Disini kita melakukan self-assesment terhadap kondisi perusahaan kita. Kita kaji kekuatan maupun kelemahannya dalam rangka menghadapi MEA2015.
1. Apakah kita memiliki kekuatan menanggapi kesempatan yang ditawarkan oleh MEA2015? Atau masih ada kelemahan yang harus diperkuat? Masih berapa waktu yang kita punya untuk melakukan perbaikan?
2. Apakah ada kelemahan yang signifikan sehingga kita tidak cukup waktu melakukan perubahan? Perlukan kita berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk ko-operasi?
Bentuk Lingkaran yang lebih kecil adalah unsur MarketingMix yaitu priduct, price, place dan promotion di tujukan bagi Target Market yang hendak disasar. Tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ditawarkan oleh Macro-Environment.
Demikian penjelasan saya seperti yang telah saya janjikan bahwa h-300 hari menjelang MEA akan saya buka cara menghadapi MEA2015. Kalau sekiranya perlu diselenggarakan workshop untuk ini monggo saja diatur waktunya hehehe
Selamat menyusun Bisnis Strategy*

————————————————-

PACKAGING HARUS PUNYA 3S-POWER
Dijaman sekarang sudah lazin kemasan sebuah produk dipajang di
rak Mini Market dalam kelompok produk yang berada dalam satu
kategori. Kategori makanan ringan, kategori minuman, kategori
jamu dll.
Di rak dalam satu kategori, produk kita diadu langsung secara
head-to-head dengan produk saingan. Kalau mau menarik minat
calon konsumen maka sebuah packaging harus memiliki 3S Power.
S-Power pertama adalah STOPPING POWER. Dimana packaging harus
memiliki kekuatan daya tarik untuk membuat calon konsumen
menghentikan langkahnya untuk ‘mencomot’ kemasan produk kita.
S-Power kedua adalah STRIKING POWER. Setelah berada ditangan
calon konsumen maka kemasan harus memiliki daya kejut melalui
‘little surprises’ yang di rancang untuk memikat calon konsumen.
S-Power ketiga adalah STICKING POWER. Ketika calon konsumen
meletakkan kembali kemasan kita dan melangkah pergi packaging
harus memiliki DAYA LEKAT di benak calon konsumen sehingga sulit
melupakannya.
‪#‎10designer100packaging‬
————————————————-

MARI KITA KEMBALI KE JALAN YANG BENAR

1. BRAND adalah MEREK yg telah menjalin ikatan EMOSI dgn konsumennya. Kalau sebuah MEREK sudah punya pelanggan maka dia jadi BRAND. Ilmu Selling menghasilkan pembeli. Ilmu Branding menghasilkan pelanggan

Misalnya saya bikin PRODUK. Produk saya memberi manfaat yg bisa dirasakan secara fisik. Lalu saya kasih MEREK sebagai nama produk. Saya buatin LOGO sebagai tanda atas manfaat produknya. Jadi kalau konsumen melihat MEREK dan LOGO itu dia bisa yakin bakal dapat manfaat fisiknya.

Contoh : PRODUK saya ayam goreng tepung. Manfaatnya enak dan mengenyangkan. Saya kasih merek KENTUCKY. Saya buatin logo KFC. Jadi kalau calon pembeli melihat MEREK dan LOGO KFC maka dia akan yakin bakal mendapat ayam goreng tepung yg enak dan mengenyangkan.

Contoh lain : Gudeg Yu Djum itu gak punya MEREK dan LOGO. Seperti bayi baru lahir belum dikasih nama maka dikasih nama IBUNYA oleh perawat.

Demikian juga dgn gudeg tanpa merek itu dikasih nama IBUNYA oleh konsumennya. Nama ibunya Yu Djum. Maka jadilah Gudeg Yu Djum. Karena gigitan pertamanya enak maka merek Yu Djum berproses menjadi BRAND.
Silahkan ganti produk, merek dan logo dgn ianda punya. Kalau sudah baru kita belajar membuatnya jadi BRAND

2. Sebelum membuat produk kenali dulu kategorinya dipasar. Krn pasar sudah membentuk kategorinya.

Misalnya market category SKM. Susu Kental Manis. Market category awalnya adalah SUSU. Lalu ada yg melakukan inovasi menciptakan market category baru yakni SUSU KENTAL. Lalu ada yg melakukan inovasi menciptakan market category baru yakni SUSU KENTAL MANIS. Jadi SKM itu market category level 3 nelalui 2x inovasi kategori baru.

Misalnya: KFC masuk kategori pasar AYAM GORENG. KFC membuat innovasi menciptakan katègori baru AYAM GORENG TEPUNG. Karena KFC menjadi satu2nya di kategori baru itu maka pembeli dipaksa menjadi pelanggan. Maka KFC menjadi BRAND. Dan KFC pun menjadi market leader disitu.

3. Memilih market kategori diawali dgn memilih DNA produk anda.
Misalnya : ABON LELE. Mau masuk pasar ABON. Atau mau masuk pasar LELE? Abon yg terbuat dari LELE. Atau LELE dalam bentuk ABON? Kira2 lebih besar pasar ABON atau pasar LELE? Apakah ABON itu MUST HAVE atau NICE TO HAVE? Apakah LELE itu MUST HAVE atau NICE TO HAVE? Kalau NICE TO HAVE harus diubah menjadi MUST HAVE. Ini baru mengolah manfaat produk anda.

Yg bikin laku adalah kemampuan anda mengubahnya dari NICE TO HAVE menjadi MUST HAVE. Abon itu termasuk makanan PPPK dirumah. Pertolongan pertama Pada Kelaparan hahaha. Harus ada di rumah jaga2 kalau kehabisan lauk. Lele itu protein hewani paling tinggi yang sesuai dengan kantong rakyat. Jadi Abon Lele seharusnya punya potensi membuka kategori baru dari abon (kategori pasar)

Sama seperti susu murni adalah kategori yg diberikan pasar. Disitu sudah ada pemain2 sebelumnya. Agar tidak jadi red ocean sebaiknya buat kategori baru. Mungkin warna dan rasa

Nasi itu MUST HAVE. Mie instan itu NICE TO HAVE. Saya merubah Indomie dari NICE TO HAVE menjadi MUST HAVE lewat makanan sahur dan buka.

Kopi itu MUST HAVE. Permen itu NICE TO HAVE. Saya mengubah Kopiko dari NICE TO HAVE menjadi MUST HAVE lewat permen gantinya ngopi.

The name of the game is POSITIONING via ADDED VALUE

‎Subiakto Priosoedarsono‎ to RumahUKM Forum

, , , ,